NEWS


wnblindonesia.com - 02/07/2013
Debut Asyik Marlina Herawan

POINT guard Surabaya Emdee Fever Marlina Herawan tersenyum kecil saat namanya disebut sebagai satu di antara 12 nama pelatih yang terpilih pada hari kedua Development Basketball League (DBL) Camp 2013 kemarin (1/7). Marlina menjadi satu-satunya pelatih perempuan yang masuk big twelve. Pelatih asal SMA Bintang Mulia Bandung itu lolos dari seleksi ketat yang dilakukan terhadap 48 pelatih (empat perempuan) dalam dua hari terakhir.

"Nggak nyangka aja bisa lolos. Datang ke sini, saya hanya ingin mendapatkan pengalaman dari para senior. Saya banyak sharing dan ngobrol dengan pelatih yang lain," ucapnya.

Marlina saat ini memang masih tercatat sebagai pemain Fever dalam kompetisi Speedy Women's National Basketball League (WNBL) Indonesia. Pemain berusia 30 tahun tersebut merupakan salah seorang point guard terbaik di Indonesia. Dalam dua musim WNBL Indonesia, Marlina membantu Fever menjadi kampiun (2012) dan runner-up (2013).

Namun, dalam setahun terakhir, Marlina mencoba memulai karirnya sebagai pelatih di SMA Bintang Mulia. Uniknya, pemain yang kali pertama membela tim nasional Indonesia pada 2003 tersebut membesut tim putra.

Pada debutnya sebagai pelatih, Marlina berhasil mengantar SMA Bintang Mulia menembus final West Java Series-East Region. Sayang, mereka kalah oleh SMAN 2 Bandung di grand final.

"Saya memang memiliki modal pengalaman sebagai pemain untuk bisa membantu tugas sebagai pelatih. Sebetulnya sih lebih enak menjadi pemain ya," jelas Marlina. (nur/c9/ham)

Story Provided by Jawa Pos

Share this:
Telkom Speedy DBL Indonesia League Jawa Pos Group li-ning Honda Jakarta Center MitraNet Sony Mobile The Body Shop Mainbasket Prambros FM Dradio Hardrock FM Trax FM OZ FM INDIKA FM Perbasi Safecare Seputar Event Acara Event Fitness for Men Trax Magazine Cosmo Girl radio mercubuana
 

Women's National Basketball League Indonesia | Contact Us
Copyright 2012 PT DBL Indonesia, All rights reserved.
Any commercial use or distribution without the express written consent of DBL Indonesia is strictly prohibited.